Jurnal Penutup

Jurnal penutup (closing journal entry) - Pada dasarnya, struktur dasar posisi keuangan terdiri atas tiga kelompok, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal. Pada pembahasan selanjutnya akan dikembangkan menjadi lima kelompok, yaitu dengan menambahkan penghasilan dan beban. Penghasilan dan beban merupakan unsur penambah atau pengurang modal pemilik.

Oleh karena itu, pada akhir periode akuntansi kedua kelompok tersebut harus dikembalikan ke akun induknya, yaitu modal pemilik Pada akhirnya, saldo laba atau rugi akan ditambahkan ke dalam modal pemilik. Hal tersebut merupakan pemindahan kelompok pendapatan dan beban ke dalam kelompok modal. Dalam istilah akuntansi, proses demikian disebut ayat penutup, yang dilaksanakan melalui jurnal penutup.

Setelah jurnal penutup dibuat akan dilakukan posting, akun kelompok pendapatan dan beban akan memiliki saldo nihil (nol). Akun yang memerlukan jurnal penutup, yaitu akun pendapatan, beban ikhtisar laba/rugi, dan pengambilan pribadi (prive).

Perhatikan contoh jurnal penutup untuk kasus perusahaan Eva Salon berikut!


Jurnal Penutup


Setelah dilakukan jurnal penutup tersebut, maka akun pendapatan dan beban Eva salon akan menunjukkan saldo nol.


Pemindah bukuan (posting) jurnal penyesuaian dan jurnal penutup
Setelah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup dibuat, tahap selanjutnya ialah pemindahbukuan (posting) kedua jurnal tersebut ke dalam akun buku besar. Berikut contoh posting jurnal penyesuaian dan jurnal penutup untuk kasus Eva Salon.










Apa yang harus dilakukan bagian akuntansi Eva Salon setelah pemindahbukuan atau posting jurnal penyesuaian dan jurnal penutup ke dalam akun buku besar? Bagian akuntansi Eva Salon akan membuat neraca saldo setelah penutupan. Simak pada subbab berikut ini!

1 Response to "Jurnal Penutup"